JUAL RANJANG PASIEN/HOSPITAL BED MURAH
RANJANG ELEKTRIK OTOMATIS 3 CRANK MURAH
buruan sebelum stok habis
stock terbatas


JUAL RANJANG PASIEN TEMPAT TIDUR RUMAH SAKIT
 LIHAT DETAIL SPESIFIKASI 




Jual Kursi Roda Murah
KURSI  RODA  BARU  HANYA  Rp. 650.000
buruan sebelum harga naik
stock terbatas



 LIHAT DETAIL SPESIFIKASI 

JUAL KURSI RODA BARU MULAI DARI Rp.650.000 (HARGA TERMURAH NIH, BURUAN SEBELUM KEHABISAN)
Silahkan pilih produk berikut :

Kursi roda biasa (standart) merk Sella

Kursi roda 3 in 1 (utk moving, BAB, ranjang tidur) merk Sella

Kursi roda alumunium merk Sella

Kursi roda elektrik

Kursi Roda Standard Velg Racing Sella

Kursi roda 2 in 1 (utk moving dan BAB) merk Sella

Kursi roda alumunium merk Sella

Kursi roda travel (bisa jadi kursi roda untuk anak)

Kursi Commode (untuk BAB) + Roda

Kursi Commode (untuk BAB) tanpa Roda

Kursi Commode Fix tanpa Roda Polycare

Kursi roda travel (bisa jadi kursi roda untuk anak)

Kursi roda 2 in 1 merk Shima

Tabung Oksigen (berbagai ukuran) + Regulator + Trolley

Walker + Roda (Alat Bantu Jalan)

Walker tanpa Roda

Tongkat Kaki 1 Gagang Leher Angsa

Tongkat Lipat

Tongkat Kaki 4

Tongkat Ketiak

Tongkat Kaki 1 biasa

Tongkat Duduk

Matras

Kasur anti dicubitus + electrik pump

Arm sling

Bantal Panas (Penghangat Tubuh)

Pispot BAB Stainless

Pispot BAB plastik
Showing posts with label Golden Stories. Show all posts
Showing posts with label Golden Stories. Show all posts

Lessons in Life ....

Lessons in Life ....

Pelajaran Penting Ke-1 - Semuanya Penting!

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya,saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir.
Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi Petugas pembersih sekolah?
Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya Sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ?
Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.
Sebelum kelas usai,seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun Itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo"! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan Ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".


Pelajaran Penting-2 - Penumpang yang Kehujanan
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi Yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak Mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960- an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.
7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah :
" Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu"
Tertanda
Ny. Nat King Cole.

Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar
thn. 60-an di USA

Pelajaran penting ke-3 - Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani
Di zaman es-krim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya.
"50 sen..." balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya....
"Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi.
Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan
ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan.
Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.
"Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream
tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan.
Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya+ yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bias lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk member sang pelayan uang tip yang "layak"


Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang ter-kaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.
Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.
Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.


Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz,seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk relawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak
kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku". Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter.. ?"
Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya
untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.

Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya.... ?

+/- Read More | Selanjutnya

Karet Gelang

Suatu kali saya membutuhkan karet gelang, Satu saja. Shampoo yang
akan saya bawa tutupnya sudah rusak. Harus dibungkus lagi dengan
plastik lalu diikat dengan karet gelang. Kalau tidak bisa berabe.
Isinya bisa tumpah ruah mengotori seisi tas. Tapi saya tidak
menemukan satu pun karet gelang. Di lemari tidak ada. Di gantungan-
gantungan baju tidak ada. Di kolong-kolong meja juga tidak ada.

Saya jadi kelabakan. Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli
di jalan.Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet. Sudah ditunggu yang
jemput lagi. Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak bisa.
Dipuntal-puntal pakai kantong plastik, juga tidak bisa. Waduh, karet
gelang yang biasanya saya buang-buang, sekarang malah bikin saya
bingung. Benda kecil yang sekilas tidak ada artinya, tiba-tiba
menjadi begitu penting.

Saya jadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu.
Dia tidak menonjol, apalagi berpengaruh. Sungguh, Sangat biasa-bisa
saja. Dia hanya bisa mendengarkan saat orang-orang lain ramai
berdiskusi. Dia hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan
kepadanya. Itu pun kadang-kadang salah, Kemampuan dia memang sangat
terbatas.

Tetapi dia sangat senang membantu orang lain; entah menemani
pergi, membelikan sesuatu, atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja
asal membantu orang lain, ia akan kerjakan dengan senang hati. Itulah
sebabnya kalau dia tidak ada, kami semua, teman-temannya, suka
kelabakan juga. Pernah suatu kali acara yang sudah kami persiapkan
gagal, karena dia tiba-tiba harus pulang kampung untuk suatu urusan.

Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang begitu kecilnya,
sehingga sama sekali tidak berarti. Benda yang sesehari dibuang-buang
pun, seperti karet gelang, pada saatnya bisa menjadi begitu penting
dan merepotkan.

Mau bukti lain? Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung, apa yang
paling merepotkan mereka saat mendaki tebing curam? Bukan teriknya
matahari. Bukan beratnya perbekalan. Tetapi kerikil-kerikil kecil
yang masuk ke sepatu.

Karena itu, jangan pernah meremehkan apa pun.

Lebih-lebih meremehkan diri sendiri.

Bangga dengan diri sendiri itu tidak salah.

Yang salah kalau kita menjadi sombong, lalu meremehkan orang lain.

+/- Read More | Selanjutnya

Kisah seorang Anak dan Ayah

Malam sudah larut tapi Andi seorang anak berumur 6 tahun masih menunggu Ayahnya yang sangat sibuk bekerja pulang didepan pintu rumah, tak lama kemudian sang Ayah datang...

Ayah : Nak sudah larut malam kenapa belum tidur, hayo cepat tidur...
Anak : Iya Ayah..tapi sebelumnya boleh Andi nanya..?
Ayah : (Ayah berdiam sejenak sambil menatap anaknya yang lugu....) Tanya apa Nak?
Anak : Mmmm....Berapa Ayah dibayar oleh kantor ayah tiap satu jam nya....?
Ayah : (Tanpa pikir panjang) 50 dolar....Knp?
Anak : Ooooo.....Boleh Andi pinjam 25 dolar?
Ayah : (Dengan nada sedikit tinggi...) Andi maenan mu sudah banyak, buat apa beli-beli lagi maenan yang tidak berguna itu.....Hayo sana cepat masuk kamar lalu tidur!
Anak : (Tertunduk lesu...).... ..Baik Ayah........

Tak lama kemudian sang Ayah menyadari kesalahan karena telah menghardik anaknya lalu kemudian masuk ke kamar si Anak.....

Ayah : Nak..sudah tidur?
Anak : Belum Ayah...
Ayah : Maafkan Ayah ya tadi...Ayah sangat penat dengan urusan-urusan kantor....
Anak : Tak apa Ayah ( kemudian Andi mengeluarkan uang 25 dolar dari balik bantal mungilnya... )..
Ayah : Itu Andi sudah punya 25 dolar kenapa masih minta ke Ayah 25 dolar lagi....
Anak : Masih kurang Ayah......
Ayah : Baik ini Ayah tambah 25 dolar lagi...Andi mo beli apa?
Anak : (Dengan wajah gembira...) Nah sekarang sudah cukup....boleh tidak Andi beli waktu Ayah 1 Jam saja.....ini 50 dolar buat Ayah...berarti Ayah besok bisa pulang lebih cepat ya karena Andi ingin sekali makan malam bersama dengan Ayah.....

Ayah terkejut mendengarkan anaknya berbicara seperti itu dan kemudian tanpa disadari air mata sudah membasahi pipi.....

(Ditujukan bagi mereka yang sangat sibuk bekerja, jangan lupa akan keluarga tercinta.... ..)

+/- Read More | Selanjutnya

Recent Comments

__________________________________